Skip to Content

Sejarah GERMITA

Dari benih Injil 1859 menuju gereja Bumi Porodisa.

Sejarah GERMITA adalah sejarah penaburan Injil, pendewasaan jemaat lokal, perjuangan kemandirian, dan panggilan untuk hadir secara utuh di Talaud.

Empat lapisan perjalanan

Jejak kekristenan di Sangihe-Talaud telah hadir sejak abad ke-16 dan ke-17. Pada 1684, Pdt. Cornelis de Leeuw mengutus J. Budiman dari Siau untuk mengajar dan memberitakan Injil. Namun pelayanan yang teratur dan membentuk kehidupan jemaat dimulai ketika A.C. van Essen, P. Gunther, W. Richter, dan K.E.W. Tauffmann tiba di Talaud pada 1 Oktober 1859.

Para Penginjil Tukang memberitakan Injil sekaligus mengembangkan pendidikan dan keterampilan. Natal 1891 di Salibabu mencatat Perjamuan Kudus awal dalam pelayanan Protestan modern di Talaud, dengan 33 peserta sidi. Dari sekolah, guru jemaat, penolong Injil, dan pemimpin lokal, gereja makin berakar di tengah masyarakat Talaud.

“Sebagai persekutuan umat percaya, akar keberadaan GERMITA ditarik sejak 1 Oktober 1859; sebagai sinode mandiri, GERMITA berdiri 23 Oktober 1997.”

Jalan menuju kemandirian

GMIST berdiri pada 25 Mei 1947. Aspirasi Talaud Bersinode segera bergema melalui usulan empat klasis pada 1948, pembentukan GMIT pada 3 Januari 1950, GPIT pada 1951, serta DDMT pada 1952. Meski jemaat Talaud kembali terintegrasi lebih penuh ke GMIST pada 1955, kerinduan akan pelayanan yang dekat dengan konteks kepulauan tidak berhenti.

Melalui Sidang Sinode Lengkap GMIST tahun 1981, 1986, dan pembentukan Tim Studi Kelayakan Sinode Talaud pada 1991, proses itu memasuki tahap yang semakin matang. SSL XX GMIST 1996 di Moronge membentuk Proto Sinode Talaud. Sepanjang 1997, studi, konsultasi, semi-loka, dan penyusunan perangkat gereja mempersiapkan kelahiran sinode baru.

23 Oktober 1997 dan seterusnya

Sidang Proto Sinode Talaud pada 23 Oktober 1997 membentuk Sinode Gereja Masehi Injili di Talaud - GERMITA dan meningkatkan statusnya menjadi Sidang Sinode GERMITA I. Sidang menetapkan Tata Dasar, Garis-Garis Besar Tugas Panggilan Gereja, Seruan Penggembalaan, serta kepemimpinan pertama dengan Pdt. Firdaus Majusip sebagai Ketua Sinode.

GERMITA memperoleh pengakuan badan hukum pada 29 April 1999 dan diterima sebagai anggota PGI pada 12 Oktober 2002. Pada 2025, GERMITA menjadi tuan rumah Sidang Sinode Am XVIII GPI di Beo, sebuah tanda bahwa gereja yang bertumbuh dari pulau-pulau ini turut mengambil bagian dalam persekutuan nasional.

1684

J. Budiman dari Siau diutus untuk melayani Talaud.

1 Okt 1859

Empat Penginjil Tukang tiba di Talaud.

25 Mei 1947

GMIST berdiri melalui Sidang Sinode pertama.

1950–1952

GMIT, GPIT, dan DDMT menjadi tahap pendewasaan gereja Talaud.

1991–1996

Tim Studi Kelayakan dan Proto Sinode Talaud dibentuk.

23 Okt 1997

GERMITA resmi berdiri sebagai sinode mandiri.

29 Apr 1999

Pengakuan badan hukum oleh pemerintah.

12 Okt 2002

GERMITA diterima sebagai anggota PGI.